TOKYO – Microsoft berharap penjualan program Windows Mobile di Asia Pasific meningkat hingga 75% pada bulan Juni ini. Saat ini Microsoft masih tertinggal dibelakang Symbian Ltd. di pasar software mobile.
Microsoft sedang mengarah pada pasar yang membutuhkan aplikasi high-data dimana batas antara pengguna gadget dan PC sudah tidak jelas lagi. Demikian seperti yang dikatakan oleh General Manager Microsoft Mobile Business, Tony Mestres.
“Pertumbuhan kami di Asia akan mencapai 75% pada tahun fiscal ini, angka itu bisa dibilang angka yang ‘nyaman’,” imbuh Mestres.
Microsoft berniat meningkatkan penjualan software mobile di Asia, yang saat ini baru menyumbang kurang dari satu persen dari total pendapatan Microsoft, sekaligus untuk mengejar ketertinggalannya dari sistem operasi Symbian yang biasa digunakan pada model-model high-end milik Nokia, LG Electronics, dan Samsung Electronics.
Salah satu tantangan Microsoft adalah Jepang, dimana handphone berharga murahpun sudah dapat membaca dokumen atau web tanpa menggunakan Windows Mobile, dan software Symbian digunakan oleh berbagai handset dari leader operator mobile phone, NTT DoCoMo Inc.
Softbank Corp. sebagai pembawa wireless terbesar ketiga di Jepang, telah merilis dua handset yang menggunakan software Windows Mobile pada bulan Mei lalu. Disusul dengan Willcom Inc. yang rencananya akan merilis handset barunya pada hari Kamis, 7 Juni 2007.
“Kami telah berbicara dengan pemain-pemain utama (wireless) di Jepang, Dan kami berada di jalur yang tepat.” Beberapa pengembang telah setuju untuk menggunakan Windows pada smartphone mereka, antara lain Toshiba Corp. dan Sharp Corp.
Microsoft berharap pengguna telepon selular mengsinkronkan telepon selular mereka dengan Windows. Mestres menambahkan, Microsoft berharap penjualan mereka meningkat dua kali lipat pada akhir 2008 sebanyak 20 juta unit.
Harga saham Microsoft saat ini menurun sebesar 0.46% ke posisi $30.58.