Programmer.
Dengan adanya programmer apakah persoalannya sudah selesai ? Jawabanya tentu saja belum. Bagaimana kualifikasi programmer tersebut ? Seorang Fresh Graduate dari sebuah Universitas Swasta yang terkenal di Jakarta ? atau Seorang yang sudah menpunyai pengalaman men-Design System sekian tahun lamanya ? Jika budget anda terbatas anda harus puas dengan kualifikasi fresh graduate yang hanya ingin mencari tempat untuk kerja praktek di tempat anda. Kualifikasi yang berbeda tentu akan berpengaruh pada Gaji yang akan anda berikan kepadanya.
System Analyst
Jika melihat kondisi yang diuraikan diatas, maka paling tidak anda harus membutuhkan seorang system analyst untuk mendesign system yang anda butuhkan. System analyst adalah seorang yang mengerti System Programming, Business Process, Pengetahuan Akuntansi atau Financial yang memadai, pengetahuan tentang Hardware, Kemampuan me-Manage Bawahan serta berkomunikasi dengan User.
Technical Support
Untuk mengimplementasi Hardaware maupun Software serta Trouble Shooting masalah pada perangkat keras, maka dibutuhkan seorang Technical Support. Masalah yang terjadi pada hardware kadang-kadang cukup menyita waktu dan konsentrasi. Sehingga jika anda memaksakan programmer atau System Analyst untuk mengerjakan pekerjaan ini, maka sudah pasti pekerjaan mereka akan terganggu. Juga hal ini akan mengakibatkan inefisiensi pengeluaran anda.
Apa Keuntungan IT Outsource ?
Dengan IT OutSource, anda sudah tidak membutuhkan semua yang disebutkan diatas. Anda tidak perlu memikirkan peraturan tenaga kerja, juga tidak perlu membayar Gaji, THR dsbnya.
Biaya yang kami kenakan untuk maintenance hanya Rp. 20 ribu an per hari untuk Single User.
Bayangkan ! seolah-olah dengan hanya menambah Rp. 600.000,- anda sudah mendapatkan, System Analyst, Programmer dan Technical Support bagi anda.!